#FDS2017

Festival Danau Sentani adalah festival pariwisata tahunan yang diadakan di sekitar Danau Sentani. Festival ini diselenggarakan sejak 2007 dan telah menjadi festival tahunan dan masuk dalam kalendar pariwisata utama. FDS ini banyak diikuti oleh turis mancanegara maupun turis lokal. Festival Danau Sentani diadakan pada pertengahan bulan Juni tiap tahunnya selama lima hari berturut. Festival ini diisi dengan tarian-tarian adat di atas perahu, tarian perang khas Papua, upacara adat seperti penobatan Ondoafi, dan sajian berbagai kuliner khas Papua.

Karnaval Festival Danau Sentani diikuti seluruh paguyuban di Kabupaten Jayapura dan Kota Jayapura. Dari masing-masing paguyuban baik dari luar Papua maupun di Papua sendiri yang turut serta dalam pagelaran tersebut menampilkan budaya tradisional, tari-tarian tradisional yang diiringi lagu daerah.
Festival ini adalah bukti pemeliharaan persatuan dan kesatuan di antara sesama suku, ras, agama. Nasionalime yang sangat kental terjalin di antara sesama, mengingat di Papua terdiri dari ratusan suku-suku kecil yang terkadang gampang bentrok.Tiga agenda pokok FDS, selain karnaval nusantara di antaranya adalah pagelaran budaya, pameran barang seni papua, dan tour wisata.

Festival Danau Sentani X Tahun 2017 mengusung tema “Satu Dalam Keanekaragaman meraih Kejayaan (One in Diversity achieve Greatness)”. Makna dari tema ini adalah bagaimana Budaya mengandung makna yang dalam bagi kehidupan manusia dalam tujuh (7) elemen yaitu Bahasa, Mata pencaharian, Teknologi, system organisasi, Kepercayaan, dan Seni, harus mampu mewujudkan kondisi yang mensejahterakan dalam arti hidup yang berkualitas, baik jasmani maupun rohani.

Hakekat masyarakat yang berbudaya adalah hakekat yang semakin mensejahterakan hidup itu sendiri. Mengembangkan dan melestarikan Budaya berarti pula mengembangkan kesejahteraan.

Jadi dengan perhelatan Festival Danau Sentani ini akan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat, bukan saja pada saat pelaksanaan festival berlangsung tapi juga setelah pelaksanaan, karena diharapkan wisatawan-wisatawan akan semakin mengenal potensi-potensi yang dimiliki oleh masyarakat terutama budaya, produk-produk kerajinan dan potensi keindahan alam dan keramahan yang dimiliki, sehingga akan semakin banyak wisatawan yang datang.***