Betapa Kolosalnya Festival Danau Sentani

Tahun 2015 Tanah Papua memiliki 3 agenda budaya terbesar. Salah satunya adalah Festival Danau Sentani. Yang membuat acara ini menarik karena dimeriahkan oleh lebih dari 500 peserta dengan menampilkan berbagai budaya tradisional suku Papua. Selain Festival Danau Sentani, dua lagi festival budaya terbesar di Papua yaitu Festival Lembah Baliem di Wamena dan Festival Raja Ampat.

Yang membuat menarik Festival Danau Sentani ini dibandingkan dengan kedua festival terbesar lainnya di Papua ini adalah Tari Perang yang dilakukan di atas perahu. Konon, suku-suku di sini dahulu jika berperang mereka akan melakukannya di atas perahu di Danau Sentani.

Ketika saya datang ke sini sangat wajar jika festival ini salah satu dari tiga festival terbesar karena berlangsung selama beberapa hari dan mereka sangat sungguh-sungguh memperkenalkan budaya suku mereka. Karena totalitas dalam berkarya inilah Festival Danau Sentani menjadi epik dan kolosal karena dihadiri lebih dari 500 peserta. Mungkin bisa dikatakan sebagai salah satu festival terbesar di Indonesia.

Festival Danau Sentani juga menghadirkan beragam acara menarik untuk warga maupun wisatawan yang hadir berupa pameran budaya dan kuliner dari 19 distrik di Papua. Festival kali ini juga akan berupaya memecahkan rekor Museum Rekor Dunia-Indonesia (Muri) yaitu melukis di atas kayu.

Pawai budaya dihadirkan dari Kelompok Etnik Budaya dan Nusantara di Jayapura (pada 17 Juni 2015). Ada juga Pertunjukan Isilo, yaitu tarian tradisional di atas perahu, musik rakyat, dan cerita rakyat. Selain itu ditampilkan juga “Tifa Gema Kemakmuran” yang dimainkan 500 orang berpakaian adat.

Memang sih yang paling ramai adalah pada saat pembukaan. Sedangkan wisatawan yang datang untuk menghadiri Festival Danau Sentani disajikan beragam lomba selama 4 hari festival berlangsung, di antaranya lomba dayung perahu untuk laki-laki, lomba dayung perahu untuk perempuan, lomba suling tambur, serta lomba folk song dengan lagu khusus dari tanah Tabi.

Tahun ini festival juga mengagendakan tour wisata ke Pulau Asei dan Pulau Ajun yang menampilkan ritual budaya setempat. Selama acara festival akan diikuti promosi daya tarik wisata Papua.

Tempat pelaksanaan Festival Danau Sentani ini berada di Danau Sentani yang juga merupakan salah satu danau terbesar di Papua yang lokasinya tidak jauh dari Jayapura, ibu kota Papua. Rumah panggung dengan kolam dan jaring penangkap ikan adalah pemandangan umum di danau ini.

Danau Sentani juga merupakan rumah bagi setidaknya 33 jenis ikan yang hampir separuhnya adalah asli danau tersebut. Wisatawan biasanya akan memberanikan diri berenang di danau atau berbaur dengan masyarakat lokal yang ramah sambil melihat proses pembuatan sagu, makan papeda, atau mencicipi buah matoa yang biasa dijajakan di pinggir jalan atau di pasar tradisional.

Festival Danau Sentani punya rangkaian bersama dengan Festival Lembah Baliem dan Festival Asmat selama ini dianggap telah berhasil mendongkrak jumlah kunjungan wistawan mancanegara dan Nusantara ke Provinsi Papua. Ketiga festival tersebut dinilai impresif menampilkan keunikan masyarakat adat selain keindahan alam Papua.

Saya menyarankan pembaca KompasTravel untuk datang ke Festival Danau Sentani jangan hanya satu dua hari saja, minimal 4 hari 3 malam paling cepat. Kenapa? Karena tiket dari Jakarta ke Jayapura saja sudah cukup mahal, bisa Rp 5 juta (pulang-pergi/PP) dan sangat sayang jika datang ke sini hanya untuk menonton festival ini.

Yang ideal adalah 2 hari menonton festival, yaitu saat sebelum acara berlangsung dan pada saat pembukaan. Hari lainnya kita bisa berkeliling tempat wisata di Sentani dan Jayapura.

Selain menyaksikan Festival Danau Sentani pada saat di sini kita juga harus mengeksplor keindahan Danau Sentani, karena danau ini punya banyak spot dan obyek bagus.

Danau Sentani adalah danau terbesar di Provinsi Papua, dengan luas sekitar 9.360 hektar dan berada pada ketinggian 75 meter di atas permukaan laut. Saat dilihat dari udara, Danau Sentani seperti kolam air hijau raksasa yang dikelilingi oleh perbukitan.

Jika bentuk danau pada umumnya relatif melingkar, bentuk Danau Sentani sedikit berbeda. Danau ini justru meliuk-liuk bak naga yang berkepala di ujung barat dan berekor di ujung timur. Di sisi utara Danau Sentani terdapat Pegunungan Cyclops dengan mata air yang berlimpah. Mata air inilah yang membentuk Danau Sentani.

Danau Sentani terus menjadi perhatian wisatawan mancanegara karena selain daya tarik keindahan alamnya juga memiliki keunikan budaya masyarakat setempat. Menaiki perahu di danau ini akan menjadi pengalaman yang indah. Anda bisa menyewa perahu bermotor di salah satu desa.

Merasakan embusan angin membelai ketika melaju di danau, mengabadikan rumah-rumah panggung, serta berkenalan dengan penduduk setempat hanya bisa Anda dapatkan dan rasakan di Danau Sentani. Tak heran jika Festival Danau Sentani diselenggarakan di danau terbesar di Pulau Papua. (BARRY KUSUMA)

Kompas

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *