Danau Sentani Semakin Elok saat Event Wisata Budaya

DANAU Sentani mempunyai berbagai macam potensi. Selain potensi di bidang perikanan, dalam tujuh tahun terakhir, Pemkab Jayapura mulai mengangkat wisata budaya dan keindahan alam melalui pagelaran festival.

Tahun ini Festival Danau Sentani (FDS) dilaksanakan pada 19–23 Juni. Pembukaan event tersebut dimeriahkan tarian adat yang memukau. Bagi yang kali pertama datang ke Papua, banyak atraksi menarik yang bisa dinikmati. Sajian utama dalam pembukaan FDS adalah Tarian Isolo atau tarian perang di atas perahu.

FDS sudah beberapa kali tercatat dalam rekor Museum Rekor Indonesia (MURI). Tahun ini juga ada dua rekor MURI. Yakni, lukisan di atas kulit kayu sepanjang 100 meter dan pembuatan sempe atau tempat untuk membuat papeda terbesar. Lambang-lambang adat suku atau keondoafian dari masing-masing kampung di kawasan Danau Sentani ditampilkan dalam lukisan

Salah satu pembuat lukisan kulit kayu, Martha Ohee, menjelaskan bahwa lukisan kayu tersebut dibuat bersama Agus Ongge. Masing-masing dibuat 50 meter. Motif-motif lukisan mewakili 24 suku.

’’Bahan cat (pewarna, Red) ini terbuat dari kapur siri, tanah liat, dan arang. Putih itu berasal dari kapur siri yang melambangkan keseharian mereka makan pinang. Merah dari tanah liat melambangkan kehidupan dan keberanian. Hitam yang terbuat dari arang melambangkan khas orang Papua. Tungku melambangkan kehidupan,’’ jelasnya.

Kulit kayu sepanjang 100 meter tersebut telah dibuatnya bersama Agus sejak April. ’’Kami mencari kulit kayu Kombouw dari daerah Genyem hingga 150 pohon,’’ ungkapnya. Selama lima hari pelaksanaan FDS, masyarakat dan wisatawan bisa menyaksikan berbagai penampilan seni budaya masyarakat asli Sentani yang hampir punah dan terlupakan. Misalnya, atraksi molo (menyelam, Red) sambil merokok.

Untuk menikmati Danau Sentani, juga ada paket wisata dengan objek wisata lain di Kabupaten Jayapura. Selain berkunjung ke kampung-kampung di pulau di tengah Danau Sentani, wisatawan bisa melakukan tur wisata di Pantai Tablanusu di Distrik Depapre. Pantai di pesisir utara Kabupaten Jayapura yang berjarak sekitar 40 km dari lokasi FDS tersebut menawarkan sensasi batu kerikil halus yang terhampar di seluruh kampung Tablanusu.

Selain itu, ada wisata ke MacArthur, tugu jenderal perang Amerika Serikat di atas ketinggian kaki Gunung Cycloop. Dari Tugu MacArthur, peninggalan sejarah perang dunia kedua di Kabupaten Jayapura, wisatawan bisa melihat keindahan bandara, danau, dan kota Sentani dari ketinggian.

Sementara itu, Bupati Jayapura Mathius Awoitauw mengungkapkan bahwa FDS tahun ini mengusung tema Budayaku Hidupku. Tema tersebut mengandung komitmen pemerintah daerah dan rakyat untuk menempatkan budaya sebagai jati diri dan pola hidup yang membawa keharmonisan, kenyamanan, serta kebersamaan. Kemeriahan pesta budaya di kawasan Danau Sentani itu hanya terlihat saat FDS digelar. Jika Anda penasaran, bersiaplah datang pada 19–23 Juni 2015.

Sumber: Jawa Pos

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *